5 Tahapan Cara Menghitung Harga Pokok Produksi Makanan Untuk UMKM

by Fanny
Cara menghitung harga pokok produksi makanan

Ketika membicarakan bisnis, Sobat MEA butuh lebih dari modal dan tekad saja. Sobat MEA juga perlu membuat strategi agar bisnis dapat berjalan dengan lancar dan bertahan lama. Untuk itu dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai cara menghitung harga pokok produksi makanan.

Harga pokok produksi atau HPP ini bertujuan untuk mengelola modal dan biaya produksi lainnya untuk menghasilkan suatu produk. Dengan adanya perhitungan ini, Sobat MEA jadi bisa menentukan harga produk yang sesuai dan menghindari adanya kerugian. Penasaran? Yuk simak penjelasan singkatnya di sini!

Apa itu Harga Pokok Produksi?

Bingung mau mulai bisnis dari mana?

Gabung ke komunitas bisnis MEA dan ngobrol langsung dengan para pelaku bisnisnya langsung. GRATIS!

Sebelum membahas cara menghitung harga pokok produksi makanan, Sobat MEA perlu kenalan dulu, nih, sama HPP. Jadi HPP adalah istilah yang sering digunakan dalam bisnis, ekonomi, dan akuntansi. Namun jika Sobat MEA baru terjun di dunia produksi mungkin baru mendengar istilah ini.

Pada intinya, HPP adalah proses perhitungan biaya modal dan biaya produksi yang perlu dilakukan oleh pebisnis untuk mendapatkan sejumlah produk. Perlu diingat bahwa HPP ini berbeda dengan harga produk, ya. Harga produk adalah harga akhir yang ditetapkan oleh produsen kepada konsumen setelah melalui proses HPP.

Cara Menghitung Harga Pokok Produksi Makanan

cara menghitung harga pokok produksi makanan

Ada banyak hal yang perlu diperhitungkan agar Sobat MEA bisa mendapatkan harga akhir produk yang sesuai. Ada beberapa aspek yang perlu Sobat MEA perhatikan saat mengaplikasikan cara menghitung harga pokok produksi makanan. Berikut adalah diantaranya:

1. Biaya Bahan Baku

Sobat MEA bisa menghitung biaya bahan baku dengan cara hitung produk per satuan. Seperti misalnya Sobat MEA menjual kue ulang tahun, tentunya harga setiap bahan baku dan topping-nya berbeda-beda, dong? Nah, Sobat MEA bisa mendata setiap harganya bahan dasarnya. Tuliskan data harga per bahan baku dan bagikan berapa banyak produk yang bisa dihasilkan dari bahan baku tersebut.

Misalnya saja terigu 1 kg bisa digunakan untuk membuat 2 kue berukuran sedang. Dan harga 1 kg terigu adalah Rp. 10.700,-. Jadi setiap satu kue berukuran sedang membutuhkan biaya Rp. 5.350,- tepung terigu. Ini hanya contoh untuk satu bahan baku saja, ya. Sobat MEA perlu menghitung untuk bahan baku lainnya juga agar bisa mendapatkan hasil harga produk yang sesuai.

2. Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja adalah biaya yang dikeluarkan jika Sobat MEA memiliki karyawan atau pegawai dan harus memberikan upah yang sesuai. Penghitungan biaya tenaga kerja ini bisa dihitung dengan cara:

  • Buat daftar pekerjaan yang perlu dilakukan oleh karyawan, seperti tugas untuk mengaduk adonan, memanggang, menghias kue, hingga mengantarkan kue.
  • Tentukan jumlah waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu. Seperti misalnya mengaduk adonan kue membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit, memanggang kue sekitar 20 menit, menghias membutuhkan waktu sekitar 30 menit, dan sebagainya.
  • Kemudian hitung total jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu produk. Seperti misalnya Sobat MEA membuat 10 kue ulang tahun dalam satu hari. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu kue adalah 75 menit. Dan dalam satu waktu, Sobat MEA bisa membuat 2 kue sekaligus. Jadi untuk membuat 10 kue, Sobat MEA membutuhkan waktu 375 menit atau 6 jam 25 menit.
  • Hitung pula berapa jumlah pekerja yang Sobat MEA butuhkan untuk menyelesaikan produk dalam satu hari.
  • Selanjutnya, Sobat MEA bisa menghitung upah pekerja per jam atau per hari sesuai dengan kebutuhan. Pastikan jumlah upah yang diberikan sepadan. Sobat MEA bisa melihat upah minimum yang berlaku agar bisa memberikan upah yang layak.
Artikel Terkait  Jualan Gak Laku? Lakukan 8 Cara Meningkatkan Selling Skill Untuk Bisnismu!

Poin di atas akan berbeda cara penghitungannya jika Sobat MEA melakukan semua proses produksi sendiri. Sobat MEA tetap bisa menghitung biaya tenaga kerja karena Sobat MEA juga mengeluarkan waktu dan tenaga untuk proses produksi.

3. Biaya Operasional Lainnya

cara menghitung harga pokok produksi makanan

Cara menghitung harga pokok produksi makanan selanjutnya adalah dengan menghitung biaya operasional lainnya. Biaya ini memang tidak terkait langsung dengan proses produksi, namun membantu proses produksi dan distribusi agar berjalan dengan baik.

Biaya operasional lainnya yang bisa Sobat MEA masukkan seperti biaya sewa lokasi penjualan, biaya transportasi untuk proses belanja hingga pendistribusian, biaya air dan listrik, hingga biaya perawatan alat produksi yang menunjang proses produksi.

4. Tentukan Jumlah Produk

Misal Sobat MEA membuat 10 kue dalam sehari, yang artinya Sobat MEA bisa membuat kue sebanyak 300 buah dalam satu bulan. Tapi jumlah ini juga bisa berbeda-beda tergantung apakah Sobat MEA juga membuka pesanan dalam jumlah dan bentuk lain yang proses produksinya berbeda. Jadi pastikan untuk mencatat setiap setiap jumlah produk yang dibuat setiap harinya.

5. Tentukan Harga Produk

Jika keempat hal di atas sudah dihitung, Sobat MEA bisa melanjutkan cara menghitung harga pokok produksi makanan untuk menentukan harga produk. Pastikan semua biaya dan produk sudah dihitung secara rinci, ya. Berikut adalah rumusnya:

  • Bahan baku: Rp. 5.000.000,-
  • Listrik: Rp. 1.000.000,-
  • Air: Rp. 500.000,-
  • Gas: Rp. 2.000.000,-
  • Gaji karyawan: Rp. 4.000.000,-

Itu dia tahapan cara menghitung harga pokok produksi makanan yang bisa Sobat MEA jadikan pedoman untuk menghitung biaya produk Sobat MEA. Semoga saja artikel ini bisa membantu ya. Aminn!

You may also like

Leave a Comment