Ini Lho 6 Contoh Kolaborasi Bisnis yang Bisa Kamu Ikuti!

by Viki
contoh kolaborasi bisnis

Sebagai pebisnis, tentu setuju bahwa metode promosi perlu terus diperbarui setiap saat dan selalu update terhadap perkembangan tren, termasuk pendekatan bisnis yang baik terhadap suatu metode yang akan diterapkan. Dalam hal ini, ada satu metode pemasaran yang biasa digunakan brand besar yaitu kolaborasi bisnis. Lantas, seperti apa contoh kolaborasi bisnis yang bisa ditiru?

Mengutip laman Indeed, kolaborasi bisnis adalah suatu bentuk kerja sama dalam sebuah yang memiliki tujuan bersama. Bisa dibilang, kolaborasi bisnis merupakan pendekatan bisnis yang sangat baik, dimana ini dapat menyatukan orang, sumber daya, dan ide yang dapat menyelesaikan pekerjaan secara efektif. 

Kolaborasi bisnis sendiri bisa dibentuk melalui sumber internal maupun eksternal, seperti proyek tim atau konsultan. Sebenarnya ada berbagai kolaborasi yang dipilih sesuai kebutuhan bisnis. Dalam artikel ini, MiMe akan membahas apa itu kolaborasi bisnis serta berbagai contoh kolaborasi bisnis yang biasa digunakan brand dan pelaku bisnis lainnya.

Table of Contents

Apa itu Kolaborasi Bisnis?

Ingin Memulai Kolaborasi, Tapi Bingung Mulai dari Mana dan Siapa Partner Potensialnya?
Temukan jawabannya dari pemilik brand terkemuka di komunitas bisnis MEA!

Menurut laman Delegasi juga mengatakan bahwa kolaborasi bisnis adalah kerjasama antara individu, tim, atau perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Biasanya pebisnis satu dengan pebisnis lainnya akan saling berbagi ide, pengetahuan, sumber daya, dan keahlian untuk menghasilkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. 

Tapi sebelum mengandalkan tim eksternal, pastikan Sobat MEA juga melibatkan pihak internal perusahaan. Ini merupakan faktor penentu kesuksesan kolaborasi bisnis. Tim yang bekerja diperlukan untuk saling berbagi ide, berdiskusi untuk memecahkan masalah serta mengoptimalkan efisiensi operasional. Dengan menggunakan teknik kolaborasi, Sobat MEA pun akan mengarah pada produktivitas yang lebih tinggi, menciptakan inovasi yang berkelanjutan, dan menambah nilai yang lebih baik. 

5 Contoh Kolaborasi Bisnis yang Sukses

contoh kolaborasi bisnis

Perlu diketahui, kolaborasi dapat dibentuk dengan berbagai hal tergantung kegiatan dan industri yang dijalankan. Berikut contoh kolaborasi bisnis yang umum dilakukan:

1. Kolaborasi Internal

Pertama, ada kolaborasi internal yang melibatkan dua individu atau tim dari dalam yang bekerja sama untuk mengerjakan suatu proyek. Ini merupakan contoh kolaborasi yang cukup luas dan sering digunakan oleh semua tingkatan bisnis. Kolaborasi internal ini tentu dapat menjadi alat yang berguna bagi bisnis dengan mendorong kerja tim, pembangunan tim, transparansi perusahaan, hingga mencapai tujuan proyek bersama.

Selain itu, kolaborasi internal juga dapat membantumu menciptakan forum internal di mana karyawan dan pemimpin dapat berbagi berita, informasi, dan wawasan tentang bisnis. Tapi dalam melakukan kolaborasi ini, pastikan informasi tidak tersebar ke pihak ketiga. 

Kolaborasi Lebih Kredibel dan Efisien Kalau Punya Website Profesional
Yuk, mulai kolaborasi bisnismu bersama website terbaik dari GoWebin!

2. Kolaborasi Eksternal

Selain internal, Sobat MEA juga bisa mengadakan kolaborasi eksternal di mana Sobat MEA mengajak mengundang pihak ketiga untuk mengerjakan sebuah proyek baru. Contoh ini biasanya mencakup vendor, pelanggan, hingga organisasi pihak ketiga.

Adapun tujuan diadakannya kolaborasi eksternal yaitu untuk meningkatkan operasional bisnis seperti meminta feedback atau ulasan dari pelanggan mengenai suatu produk. Kolaborasi ini tentu berguna bagi perusahaan yang tidak memiliki sumber daya internal.

Artikel Terkait  Mengenal Apa Itu Google Adsense, Cara Kerja, Hingga Keuntungannya

3. Kolaborasi Tim

Selain itu, kolaborasi tim adalah contoh kolaborasi bisnis yang sangat umum digunakan di mana Sobat MEA menyatukan beberapa individu dari dalam perusahaan. Dalam kolaborasi ini, Sobat MEA dapat membagikan tugas-tugas sesuai dengan peran karyawan di perusahaan seperti departemen penjualan, departemen pemasaran, atau departemen akuntansi.  

Kemudian setiap departemen tersebut, mereka mengerjakan tugas-tugas yang telah dibagikan untuk mencapai tujuan bersama dan berbagi informasi yang berkaitan dengan tujuan tersebut. Di dalamnya, tentu ada pemimpin, seperti manajer atau pemimpin proyek, yang mengawasi dan membimbing pekerjaan. 

Tapi kolaborasi tim ini sebenarnya bersifat fleksibel dan setiap individu dapat mengerjakan tugas mereka masing-masing. Sehingga memudahkan perusahaan dalam mendapatkan hasil yang terbaik dengan memprioritaskan tugas-tugas tertentu.

4. Kolaborasi Lintas Department

Sobat MEA juga bisa mengadakan kolaborasi lintas departemen yang juga merupakan kolaborasi internal untuk sebuah bisnis. Biasanya kolaborasi bisnis ini terdiri dari individu-individu dari berbagai departemen untuk menyelesaikan tugas. 

Dalam hal ini, biasanya ada satu departemen yang bertanggung jawab menyediakan keahlian untuk proyek tersebut, sedangkan departemen lainnya menjadi pendukungnya. 

5. Kolaborasi Jaringan

Selanjutnya ada juga kolaborasi jaringan yang menyatukan orang-orang yang ingin mencapai tujuan individu. Kolaborasi jaringan ini dapat dilakukan secara langsung ataupun virtual. Setiap Individu yang tergabung dapat menawarkan wawasan atau pengalaman serta berkontribusi untuk membantu orang lain dalam jaringan. Dengan begitu mereka dapat mengembangkan hubungan dan ikatan profesional satu sama lain untuk mencapai tujuan bisnis. 

Media sosial bisa dijadikan wadah untuk menjalin kolaborasi jaringan. Banyak platform media sosial yang memungkinkan sebuah kelompok berkumpul untuk berbagai tujuan, mulai dari mencari pekerjaan baru hingga mendiskusikan sebuah inovasi. 

You may also like

Leave a Comment